THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Sabtu, 24 Januari 2009

Apa Pemanasan Global itu ?

Pemanasan global pada dasarnya merupakan fenomena peningkatan temperatur global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitrooksida (N2O) dan CFC sehingga energi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi. Berbagai literatur menunjukkan kenaikan temperatur global – termasuk Indonesia – yang terjadi pada kisaran 1,5–40 Celcius pada akhir abad 21.

Jumat, 23 Januari 2009

Penyebab Pemanasan Global

Pemanasam global di dunia ini masih saja berlanjut. Bukannya di perbaiki malah semakin diperparah.
Penyebab utama pemanasan global adalah efek rumah kaca yang semakin parah.

Efek rumah kaca adalah efek rumah kaca disebabkan oleh gas rumah kaca atau gas karbon dioksida / CO2.
Sebenarnya segala energi yang terdapat di bumi berasal dari matahari. Mataharti memancarkan energinya ke bumi dengan bentuk radiasi gelombang pendek termasuk cahaya. Ketika energi ini tiba permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi.

Karena gas karbon dioksida / CO2 itulah, panas yang dipantulkan oleh bumi terperangkap di dalam bumi dan membuat bumi semakin panas.


Dampak Pemanasan Global

Pemanasan global banyak memberi dampak terutama cuaca.

Pemanasan global akan membuat iklim di bumi tidak stabil. setelah aku baca dari beberapa sumber
para ilmuan memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat.

Daerah hangat akan menjadi lebih lembab karena lebih banyak air yang menguap dari lautan. Para ilmuan belum begitu yakin apakah kelembaban tersebut malah akan meningkatkan atau menurunkan pemanasan yang lebih jauh lagi. Hal ini disebabkan karena uap air merupakan gas rumah kaca, sehingga keberadaannya akan meningkatkan efek insulasi pada atmosfer. Akan tetapi, uap air yang lebih banyak juga akan membentuk awan yang lebih banyak, sehingga akan memantulkan cahaya matahari kembali ke angkasa luar, di mana hal ini akan menurunkan proses pemanasan. Kelembaban yang tinggi akan meningkatkan curah hujan, secara rata-rata, sekitar 1 persen untuk setiap derajat Fahrenheit pemanasan. (Curah hujan di seluruh dunia telah meningkat sebesar 1 persen dalam seratus tahun terakhir ini). Badai akan menjadi lebih sering. Selain itu, air akan lebih cepat menguap dari tanah. Akibatnya beberapa daerah akan menjadi lebih kering dari sebelumnya. Angin akan bertiup lebih kencang dan mungkin dengan pola yang berbeda. Topan badai (hurricane) yang memperoleh kekuatannya dari penguapan air, akan menjadi lebih besar. Berlawanan dengan pemanasan yang terjadi, beberapa periode yang sangat dingin mungkin akan terjadi. Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrim.

Pemanasan global juga akan menyebabkan permukaaan air laut meningkat. Asal air laut meningkat adalah dari mencairnya es di kutub ( greenland). Akibatnya setelah kenaikan laut ini beberapa daerah yang lebih rendah dari permukaan air laut akan tenggelam. Misalnya kenaikan air setinggi 100 cm akan menenggelamkan sekitar 5% daerah Belanda dan sekitar 20% daerah Bangladesh.

Selain naiknya permukaaan air laut, pemanasan global juga akan menyebabkan suhu bumi atau suhu global akan meningkat. Peningkatan suhu global ini akan membuat warga di daerah Afrika semakin susah. Contohnya untuk menanam tanaman pangan dan untuk mendapatkan air bersih. akibat kenaiknan suhu global pula, ekosistem terutama di daerah kutub akan hancur. Binatang di kutub menggunakan kutub sebagai rumahnya. Bila rumah mereka hancur karena pemanasan global yang membuat rumah mereka mencair. Mereka mau tinggal dimana ??? daerah diluar kutub tentu tidak cocok menjadi tempat tinggal mereka.

Selain mencairnya es kutub dan naiknya permukaan air laut, pemanasan global juga akan membuat ekologis terganggu. Hewan dan tumbuhan menjadi makhluk hidup yang sulit menghindar dari efek pemanasan ini karena sebagian besar lahan telah dikuasai manusia. Dalam pemanasan global, hewan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan. Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru karena habitat lamanya menjadi terlalu hangat. Akan tetapi, pembangunan manusia akan menghalangi perpindahan ini. Spesies-spesies yang bermigrasi ke utara atau selatan yang terhalangi oleh kota-kota atau lahan-lahan pertanian mungkin akan mati. Beberapa tipe spesies yang tidak mampu secara cepat berpindah menuju kutub mungkin juga akan musnah.

Parahnya lagi berdasarkan buku yang aku baca, menyebut manusia sebagai biang utama pemanasan global. Emisi gas rumah kaca mengalami kenaikan 70 persen antara 1970 hingga 2004. Konsentrasi gas karbondioksida di atmosfer jauh lebih tinggi dari kandungan alaminya dalam 650 ribu tahun terakhir.

Rata-rata temperatur global telah naik 1,3 derajat Fahrenheit (setara 0,72 derat Celcius) dalam 100 tahun terakhir. Muka air laut mengalami kenaikan rata-rata 0,175 centimeter setiap tahun sejak 1961.

Sekitar 20 hingga 30 persen spesies tumbuh-tumbuhan dan hewan berisiko punah jika temperatur naik 2,7 derajat Fahrenheit (setara 1,5 derajat Celcius). Jika kenaikan temperatur mencapai 3 derajat Celcius, 40 hingga 70 persen spesies mungkin musnah.

Meski negara-negara miskin yang akan merasakan dampak sangat buruk, perubahan iklim juga melanda negara maju. Pada 2020, 75 juta hingga 250 juta penduduk Afrika akan kekurangan sumber air, penduduk kota-kota besar di Asia akan berisiko terlanda banjir dan rob. Di Eropa, kepuanahan spesies akan ekstensif. sementara di Amerika Utara, gelombang panas makin lama dan menyengat sehingga perebutan sumber air akan semakin tinggi.

Kondisi cuaca ektrim akan menjadi peristiwa rutin. Badai tropis akan lebih sering terjadi dan semakin besar intensitasnya. Gelombang panas dan hujan lebat akan melanda area yang lebih luas. Risiko terjadinya kebakaran hutan dan penyebaran penyakit meningkat.

Sementara itu, kekeringan akan menurunkan produktivitas lahan dan kualitas air. Kenaikan muka air laut akan memicu banjir lebih luas, mengasinkan air tawar, dan menggerus kawasan pesisir.

Membaca artikel diatas tidak akan cukup untuk mengurangi pemanasan global. Selamatkan planet kita. Jadilah konsumen yang hemat energi. JANGAN RUSAK PLANET KITA. Jika pemanasan global ini tetap berlanjut, kalian akan memepercepat hari kematian kalian sendiri.

STOP GLOBAL WARMING !!!!!!!